
Henky Eko Sriyantono pria kelahiran Surabaya yang lebih akrab dipanggil Cak Eko memperoleh gelar S1 Teknik Sipil tahun 1996 dari ITS dan gelar S2 manajemen proyek tahun 2003 dari UI. Cak Eko hijrah ke Jakarta tahun 1997 dan sekaligus memulai debut bisnisnya akibat kondisi yang serba pas-pasan. Merasakan 10 kali kegagalan (jatuh bangun) dalam bisnis membuat Cak Eko lebih tahan banting dan sekaligus matang dalam menjalankan bisnisnya.
Dimulai tahun 1997 berjualan handphone second, tahun 1998 terjun di bidang MLM, tahun 1999 agrobisnis jahe gajah, tahun 2000 jual tas dan dompet kulit, tahun 2001 jual busana muslim, tahun 2002 jual miniatur sepeda & becak antik, tahun 2003 jual beli mobil dan catering rantangan, tahun 2004 ambil franchise gerobak tipe murah, selanjutnya kegagalan yang kesepuluh adalah jual bandeng tanpa tulang. Pria yang mempunyai keyakinan dan tekad yang kuat ini menjadikan kegagalan-kegagalan tersebut sebagai pembelajaran untuk meraih kesuksesan.
Pada akhir tahun 2005 Cak Eko secara tidak sengaja mendapatkan inspirasi sebuah peluang bisnis kuliner yaitu Bakso Malang. Sehingga pada awal tahun 2006 berbekal pengetahuan membuat bakso dari berbagai sumber Cak Eko akhirnya membuka sebuah gerai Bakso Malang di pujasera daerah Jatiwarna yang dinamainya Bakso Malang Kota “Cak Eko”. Dengan ketekunan dan keuletan dalam kurun waktu tiga tahun Bakso Malang Kota Cak Eko telah merambah di 28 kota di Indonesia dengan jumlah gerai mencapai ratusan.
Dari Usaha Bakso Malang ini Cak Eko mendapatkan berbagai penghargaan diantaranya tahun 2007 dinobatkan sebagai Indonesian Innovative & Creative Award dari Menteri Perindustrian, Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Koperasi dan UKM serta Indonesian Small & Medium Business Entrepreneur Award dari Menteri Koperasi dan UKM. Pada tahun 2008 Cak Eko dinobatkan sebagai pemenang I Young Entrepreneur Award 2008 dari harian Bisnis Indonesia dan dinobatkan pula sebagai pemenang I Wirausaha Muda Mandiri dari Bank Mandiri.
Di akhir tahun 2008 lewat tangannya pula akhirnya Bakso Malang Kota “Cak Eko” dinobatkan sebagai Bisnis Franchise Paling Prospek di Indonesia tahun 2008 versi Asosiasi Franchise Indonesia dan Majalah Info Franchise. Berbagai media cetak, elektronik (radio dan televisi) di Indonesia telah meliput bisnis Cak Eko. Termasuk seringnya dijadikan narasumber pada acara-acara talkshow, seminar, pelatihan dan workshop kewirausahaan di berbagai instansi serta kampus. Diversifikasi usaha di bidang kuliner juga telah dilakukan Cak Eko (melalui Cak Eko Group Manajemen) yang saat ini sudah mempunyai beberapa merek dan juga telah mempunyai beberapa puluh cabang.
Menulis empat buah buku serial entrepreneurship yang semuanya berdasarkan pengalaman nyata dari Cak Eko merintis bisnis dari nol, diantaranya Resep Paling Manjur Menjadi Karyawan Kaya Raya (2007), 15 Jurus Anti Rugi Buka Usaha Rumah Makan (2008), Obat Paling Mujarab Sembuhkan Penyakit Penyebab Kebangkrutan Usaha (2008) dan yang terakhir The Cak Eko Way (2008).